Tips: Protecting Teens from Internet

90 persen anak-anak usia 8-16 tahun telah melihat pornografi via internet, menurut riset the London School of Economics. Dalam banyak kasus, anak-anak mengakses secara tidak sengaja, bahkan pada saat meeka mencari bahan PR di internet. Kalau di Indonesia? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah hati di Jakarta tahun 2005, terungkap bahwa 80 persen anak berusia 9-12 tahun pernah mengakses materi pornografi. Selain lewat film (VCD/DVD), ternyata anak-anak ini juga pernah mengakses situs pornografi.
Banyak anak yang mengakses situs pornografi di rumah. Apa yang bisa kita lakukan. Ini beberapa tips untuk melindungi anak-anak dari pengaruh situs porno.
1. Install internet Filtering software untuk memblok situs porno.
2. Penempatan komputer di ruang terbuka dan usahakan tidak menghadap ke dinding sehingga orang tua bisa mengawasi.
3. Membuat perjanjian dengan anak tentang apa saja yang dilakukan anak di internet dan berapa lama waktu yang mereka bisa pakai. Berikan panduan yang jelas : no porn, no violence, no adult sites. Kalau dilanggar, dia akan kehilangan akses internet.
4. Berinteraksi dengan anak atau surfing internet secara bersama-sama sehingga orang tua bisa dapat memberikan penjelasan secara terbuka. Orang tua juga perlu mendampingi anak secara berkala untuk menjelaskan bahaya internet tidak hanya pornografi tapi penipuan, kekerasan, penyebaran virus dsb.
5. Scan computer melalui situs contentpurity untuk mengecek atau mendeteksi gambar atau video porno yang ada di hardisk.




